5 langkah membangun pemikiran positif

Di masa krisis, pesimisme biasa menyebar. Tetapi ada beberapa penelitian yang berusaha membangun hubungan antara kehidupan dan kesehatan masyarakat dan kekuatan berpikir positif. Dan ada bukti bahwa optimisme tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental tetapi juga kesehatan fisik. Jadi sangat mendesak, jika kita bukan tim yang optimis, kita belajar mengembangkan kemampuan kita untuk menghasilkan pemikiran positif. Optimisme bahkan bisa memperpanjang umur Anda.

Sebagai permulaan, mereka yang memiliki pandangan optimis tentang kehidupan akhirnya memiliki lebih banyak energi untuk menghadapi tantangan yang muncul setiap hari tanpa merasa kewalahan. Siapapun yang berpikir positif biasanya mengikuti pepatah lama itu: “Semuanya akan beres pada akhirnya. Jika masih tidak berhasil, itu karena itu belum berakhir ", alih-alih mengulangi pada diri Anda sendiri:" Segala sesuatu terjadi pada saya ... Mengapa saya? " Pengaruh sikap ini terhadap suasana hati dan keseimbangan mental sangat besar.

Terkait kesehatan fisik, beberapa penelitian menunjukkan bahwa optimisme menakuti stres, penjahat utama dalam kehidupan kontemporer. Diketahui bahwa stres merupakan pemicu penting berbagai penyakit, antara lain masalah kulit, penyakit kardiovaskular, depresi dan gangguan kecemasan. Satu hal lagi untuk berpikir positif!

Jadi, bagaimana dengan mengubah pola pikir negatif sekarang yang terkadang membawa kita ke cara berpikir positif lainnya? Ikuti tips di bawah ini!

5 langkah untuk Anda membangun pemikiran positif:

1 Berbaik hati pada diri sendiri. Untuk ini, jangan perhatikan suara kritis negatif di kepala Anda. Turunkan volume negatif dan tingkatkan suara yang mendorong Anda.

Pelajari lebih lanjut tentang kekuatan kebaikan.

2 Analisis situasi dengan benar. Jangan menganggapnya secara absolut, sebagai "mengerikan" atau "luar biasa". Selalu ada jalan tengah. Ada lebih banyak abu-abu daripada hitam atau putih di dunia kita.

3 Jangan melabeli diri sendiri atau orang lain. Bahkan jangan terlalu pilih-pilih dengan diri sendiri. Ketika Anda menganggap diri Anda "lemah" dan orang lain "kuat" dan "aman", Anda selalu dirugikan. Semua orang membuat kesalahan.

4 Jangan mengungkapkan ketakutan Anda secara verbal. Cobalah untuk berpikir dengan tenang saat Anda merasa tertekan, dan hindari menggunakan bahasa emosional, seperti "Saya tidak bisa melakukan ini".

5 Tekankan yang baik. Ketika seseorang bertanya tentang hari Anda, pikirkan tentang apa yang berhasil dan jadikan itu lebih menonjol. Mengingat hal-hal baik jauh lebih produktif daripada mengingat hal-hal buruk.