Sinyal diam yang dapat mengindikasikan stres

Stres adalah penjahat besar akhir-akhir ini. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 90% penduduk dunia terkena penyakit ini. Data yang mengkhawatirkan menunjukkan bahwa sangat penting untuk memperhatikan tanda-tanda untuk mengatasi masalah secepat mungkin.

Pertama, Anda perlu memahami bagaimana stres terjadi. Masuk akal untuk percaya bahwa gangguan ini terkait dengan masalah seperti tenggat waktu yang singkat, tuntutan dan masalah keluarga. Namun, bahkan peristiwa positif dan karakteristik pribadi dapat menjadi "pemicu stres" utama yang menyebabkan ketidakstabilan emosi Anda.

Apa itu penyebab stres dan jenis apa?

Menurut definisi, stressor adalah faktor yang memicu stres. Ada dua jenis stresor: internal dan eksternal.

  • Stresor internal: yang dimulai dari karakteristik psikologis kita masing-masing. Misalnya, perfeksionisme, pengumpulan diri yang berlebihan, dan tergesa-gesa adalah beberapa di antaranya.
  • Stresor eksternal: yang terkait dengan kejadian sehari-hari. Dalam hal ini, hal positif dan negatif cocok. Yaitu, penemuan kehamilan, perubahan karier, perceraian, pemecatan, dan lain-lain.

Dengan begitu, Anda bisa menjadi orang yang stres tanpa mengetahui atau menyadari dampak dari hal-hal kecil tersebut terhadap kesehatan mental Anda.

Bagaimana cara mengidentifikasi stres?

Tubuh Anda mungkin memberi Anda semua indikasi yang diperlukan bahwa Anda stres dan perlu mendapatkan lebih banyak dari hidup. Namun, banyak dari tanda-tanda ini yang tidak terdengar dan dapat disalahartikan sebagai gejala penyakit lain.

Jadi, jika Anda tidak memiliki masalah kesehatan dan mengidentifikasi dengan satu atau lebih dari lima gejala di bawah ini, Anda mungkin stres. Periksa:

1. Sakit perut

Saat stres merasuk, tubuh dapat memproduksi lebih banyak cairan lambung, yang digunakan untuk mencerna makanan di dalam perut. Jadi, keasaman sari lambung menyebabkan mulas. Untuk meredakan nyeri, minum teh antasid atau jahe.

2. Jerawat

Stres melepaskan zat yang disebut kortisol, yang membuat kelenjar kulit menghasilkan lebih banyak lemak. Dengan demikian, orang yang stres bisa jadi memiliki masalah dengan jerawat. Jerawat yang disebabkan oleh stres dapat muncul di mana saja di tubuh, seperti leher atau di antara paha. Anda dapat mencuci muka dengan teh hijau atau menggunakan lidah buaya murni untuk menghilangkan efeknya.

3. Kebingungan mental

Konsentrasi juga terganggu oleh kelebihan kortisol, yang menyebabkan masalah kecemasan, ingatan dan depresi. Oleh karena itu, Anda mungkin sejenak kehilangan ingatan dan melupakan peristiwa, di mana Anda meletakkan objek atau nama tertentu. Dalam hal ini, tidak ada cara: Anda perlu bersantai sejenak. Carilah aktivitas santai seperti pijat atau apa pun yang Anda suka untuk mengalihkan perhatian Anda.

4. Perubahan berat badan yang tiba-tiba

Masih di bawah pengaruh kelebihan kortisol, tubuh bisa mengalami perubahan berat badan secara tiba-tiba. Ini mengubah metabolisme lemak, protein dan karbohidrat dalam tubuh, yang mengganggu fungsinya. Oleh karena itu, mungkin ada kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak terduga.

5. Rambut rontok

Folikel rambut, selubung kecil yang mengelilingi akar rambut, bisa tertutup saat seseorang stres. Beberapa waktu kemudian, kabel mungkin mulai jatuh. Selain membuat rileks, Anda bisa menggunakan sampo khusus dan melembabkan kulit kepala Anda untuk membalikkan keadaan.

Jika Anda masih ragu bahwa Anda sedang stres, ikuti Kuis Kepribadian kami dan cari tahu apakah Anda dilindungi dari stres atau tidak.