5 manfaat delima dan cara membuat jus buah yang enak

Mungkin semua orang mengenal rasanya, tapi tahukah mereka manfaat buah delima? Selain menjadi sumber kalium yang baik, ternyata juga mengandung vitamin C dan serat. Buah dan sarinya kaya akan antosianin dan asam ellagic, yang memiliki sifat antioksidan.

Buah delima memiliki warna kulit merah tua, hampir ungu, dan kaku. Bagian dalamnya penuh dengan biji yang dapat dimakan yang terletak di kompartemen yang disebut arils dan dipisahkan oleh selaput berwarna krem ​​pahit. Karena benih ini dapat meningkatkan kesehatan. Cari tahu selengkapnya di bawah ini!

Manfaat kesehatan buah delima

1. Membantu dalam pengobatan kanker prostat

Para peneliti di University of California mengukur tingkat antigen spesifik prostat (PSA) dalam darah beberapa pasien; ujian yang membantu dalam diagnosis kanker.

Mereka menemukan bahwa mengonsumsi 237 ml jus delima setiap hari secara signifikan mengurangi kadar PSA pada pasien yang telah dirawat karena penyakit tersebut.

2. Menurunkan kadar kolesterol

Penelitian menunjukkan bahwa jus delima mengandung antioksidan dua hingga tiga kali lebih banyak daripada jumlah yang sama dari anggur merah atau teh hijau; karena antosianin sangat berperan dalam kekuatan antioksidan buah delima.

Buatlah vitamin yang menyegarkan dari buah delima, kaya antioksidan dan vitamin C. Kupas jeruk. Kemudian, haluskan potongan jeruk (tanpa lubang), 1 cangkir (250 ml) jus delima dan 1 cangkir (250 g) yogurt buah merah hingga campurannya homogen. Sajikan segera.

Oleh karena itu, asupan harian hanya 1⁄4 cangkir jus delima dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan secara signifikan mengurangi oksidasi kolesterol LDL.

3. Menurunkan tekanan darah

Berkat tingginya tingkat antioksidan dalam jus delima, para peneliti juga menemukan bahwa itu penting dalam memerangi tekanan darah tinggi.

4. Meningkatkan disfungsi ereksi

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Impotence Research , asupan harian sekitar 235 ml jus delima murni 100% dapat membantu dalam pengobatan disfungsi ereksi dan impotensi.

Pada akhir penelitian, 47% peserta melaporkan peningkatan ereksi mereka dengan konsumsi jus delima.

5. Mengurangi kemungkinan menderita Alzheimer

Risiko terkena Alzheimer 76% lebih rendah pada orang yang minum jus setidaknya tiga kali seminggu, dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari sekali seminggu. Mungkin karena tingginya tingkat antioksidan yang disebut flavonoid dalam jus.

Antioksidan ini menetralkan radikal bebas, karena mereka menghancurkan molekul yang menyerang sel dan berkontribusi pada pembentukan plak di otak. Jus delima telah terbukti membantu mencegah penyakit mirip Alzheimer pada tikus.

Waspadai interaksi dengan obat-obatan

Meski manfaat jus delima sudah jelas, ada beberapa laporan komplikasi dari konsumsi orang yang menggunakan obat jantung. Oleh karena itu, penderita penyakit jantung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi jus.

Konsumsi buah delima dan obat penekan secara bersamaan dapat menyebabkan penurunan tekanan yang drastis.

Delima juga dapat mengganggu proses pengobatan oleh hati. Selain itu, makan buah atau jus juga dapat meningkatkan efek samping dari beberapa obat. Diantara obat tersebut adalah:

  • fluoxetine;
  • kodein;
  • ondansetron;
  • Penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) (kaptopril).

Siapkan jus buah delima

Untuk menikmati khasiat buah delima anda bisa mengkonsumsinya secara segar atau menyiapkan jus sesuai selera kapanpun anda mau. Tetapi bagian terbaiknya adalah ini sangat mudah dilakukan.

Bahan

  • 1 buah delima
  • 1 cangkir 300 ml air
  • Gula atau pemanis

Mode persiapan

  1. Potong buah delima menjadi dua dan buang bijinya di bawah air mengalir. Kemudian buang kulit dan selaput buahnya.
  2. Kemudian masukkan bijinya ke dalam blender dan kocok hingga benar-benar pecah.
  3. Saring cairan dalam wadah, tekan biji di saringan agar keluar semua sarinya. Terakhir, tuangkan kembali jus ke dalam blender.
  4. Sekarang, biarkan tercampur dengan 300 ml air hingga halus.
  5. Tambahkan es dan pemanis sesuai selera.

Perhatian:

Jangan pernah mengobati sendiri. Untuk mendapatkan diagnosis yang benar dari gejala Anda dan membuat pengobatan yang efektif dan aman, dapatkan panduan dari dokter.