Temukan 10 penyebab kematian teratas di dunia

Perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan beberapa cara, karena hidup sehat bergantung pada beberapa faktor. Namun, mungkin saja orang yang paling berhati-hati tidak dapat menghindari masalah keturunan atau bahkan kecelakaan. Pada tahun 2018, WHO merilis data tentang penyebab kematian terbesar di dunia, yang dapat mengungkapkan banyak hal tentang cara hidup orang.

Di antara penyebab utama kematian, jelas bahwa penyakit jantung, yang secara langsung terkait dengan makanan dan / atau keturunan, mendominasi gambaran tersebut. Di Brazil, data ini mungkin terkait dengan peningkatan jumlah orang gemuk, yang pada 2017 setara dengan 18,9% populasi, angka yang meningkat secara eksponensial dalam waktu singkat.

Ada penyebab umum tetapi eksternal lainnya, seperti kecelakaan lalu lintas, yang menghadirkan angka-angka yang mengkhawatirkan. Sebagai gambaran, selama liburan Natal 2018, 1.166 kecelakaan tercatat di jalan raya federal di negara itu, yang berhubungan dengan lebih dari 70 kejadian per jam.

Data menunjukkan bahwa perlu berhati-hati baik dalam kebiasaan makan atau tindakan eksternal. Memahami dan menginformasikan diri Anda sendiri tentang penyebab dan pengobatannya tentu penting untuk mencegah sebagian besar penyakit. Di bawah ini adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia, menurut WHO:

1. Penyakit jantung iskemik

Penyakit jantung tampaknya mempengaruhi penduduk Brasil dan dunia secara keseluruhan. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2015, penyakit kardiovaskular mencapai 31% kematian secara global. Di Brasil, mereka bertanggung jawab atas 30% kematian. Penyakit jantung iskemik juga bisa menyebabkan kematian. Ini adalah hasil dari penumpukan plak kolesterol di arteri koroner, yang membawa darah ke jantung. Penumpukan ini dapat menyebabkan gagal jantung atau infark miokard.

2. Pukulan

Stroke, juga dikenal sebagai stroke, adalah cedera pada pembuluh darah yang mengganggu pengiriman oksigen ke otak. Rata-rata, 5 juta orang di seluruh dunia menderita stroke. Meski tidak menyebabkan kematian, stroke dapat melumpuhkan atau membatasi beberapa gerakan.

3. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronik adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan terutama yang disebabkan oleh asap rokok atau senyawa lainnya. Ini mencegah lewatnya oksigen melalui paru-paru dengan menghancurkan alveoli, struktur mikro yang bertukar udara. Selain risiko terkait kekurangan oksigenasi, kemungkinan stroke dan serangan jantung juga bisa berlipat ganda.

4. Infeksi saluran pernapasan bagian bawah

Infeksi saluran pernafasan di bagian bawah adalah yang bermanifestasi di tempat-tempat seperti bronkus dan paru-paru. Penyakit ini terjadi terutama di musim dingin, karena iklim dingin menyediakan lingkungan yang lebih baik untuk perkembangbiakan bakteri. Selain itu, tetap berada di dalam ruangan merupakan hal yang umum, yang meningkatkan risiko infeksi bakteri. Tahun ini saja, 435 kasus telah tercatat di Minas Gerais, 72 di antaranya berakhir dengan kematian di enam kota.

5. Alzheimer dan demensia lainnya

Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang menyebabkan hilangnya ingatan. Dalam kasus yang lebih lanjut, Alzheimer dapat membatasi fungsi otak lainnya, karena ditandai dengan rusaknya sel saraf. Ini adalah kondisi yang tidak dapat diubah, tetapi dapat ditunda selama bertahun-tahun dengan nutrisi yang baik dan latihan mental, seperti teka-teki silang dan membaca. Asosiasi Alzheimer Internasional memperkirakan bahwa pada tahun 2030, 75 juta orang akan terkena penyakit tersebut. Di Brasil, 1,2 juta orang menderita akibatnya.

6. Kanker paru-paru

Di antara berbagai jenis kanker di dunia, kanker paru-paru telah menjadi yang paling menonjol sejak tahun 1985. Di Brasil, ini adalah jenis kanker kedua yang paling banyak membunuh. Penyebab utama tingginya insiden kanker paru adalah karena merokok, diikuti oleh faktor lain seperti polusi perkotaan.

7. Diabetes melitus

Diabetes disebabkan oleh kadar glukosa dalam darah yang berlebihan. Ini terjadi ketika kadar insulin, zat yang diproduksi di pankreas, yang berfungsi mendistribusikan glukosa dengan baik, tidak diatur di dalam tubuh. Ada tiga jenis diabetes, namun WHO memperkirakan diabetes tipe 2 mencapai 370 juta orang di seluruh dunia. Di Brasil, antara tahun 2010 dan 2016, terdapat peningkatan 12% dalam kejadian penyakit menurut data dari Sistem Informasi Kematian (SIM).

8. Kecelakaan lalu lintas

Di antara penyebab eksternal yang paling banyak membunuh, kecelakaan lalu lintas menempati posisi pertama. Pada 2018, laporan WHO mengungkapkan kematian lalu lintas tahun itu mencapai 1,35 juta orang. Brasil menduduki tempat ke-5 dalam peringkat umum, di belakang hanya India, Cina, AS, dan Rusia.

9. Penyakit diare

Penyakit diare adalah penyakit saluran cerna yang menular, terutama disebabkan oleh virus, bakteri dan protozoa lainnya. Jenis sindrom ini terjadi ketika tiga atau lebih kasus diare akut diamati dalam waktu 24 jam. Ini dapat dikaitkan dengan masalah seperti kurangnya sanitasi dasar atau kebersihan pribadi, serta pemberian makan yang salah.

10. Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit menular, yang terutama disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis atau basil Koch . WHO memperkirakan ada lebih dari 10 juta kasus yang dilaporkan per tahun. Brasil telah berhasil mengurangi penyakit dalam beberapa tahun terakhir, namun masih ada 70.000 kasus baru per tahun, yang 4,5 di antaranya menyebabkan kematian, menurut data dari Kementerian Kesehatan.