Pahami bagaimana stres dapat memengaruhi kekebalan Anda

Setiap kali Anda dihadapkan pada stresor, tubuh Anda melepaskan hormon stres, adrenalin, dan kortisol. Mereka, pada gilirannya, mengirim sinyal ke bagian tubuh lain untuk mempersiapkan mereka beraksi. Misalnya, hati melepaskan glukosa untuk memberikan energi instan ke sel otot.

Simak 10 makanan yang mengurangi stres

Paru-paru mengembang, jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah naik untuk mengirim lebih banyak darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Semua ini dapat menyebabkan kondisi yang umumnya terkait dengan stres, mulai dari hipertensi kronis, angina dan refluks lambung, hingga sembelit dan sindrom iritasi usus besar, depresi, kecemasan, dan kelelahan.

Stres merusak kekebalan Anda, membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit

Kortisol bukan hanya perangsang nafsu makan yang ampuh: tingkat tinggi yang kronis menstimulasi sel-sel lemak di perut untuk mengisi lebih banyak lipid, menciptakan bentuk lemak yang mematikan, yang disebut lemak visceral, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Menjadi tegang juga dapat merusak kekebalan Anda. Seperti kebanyakan sistem dalam tubuh, ini bersifat siklus. Setelah sistem kekebalan selesai menyerang benda asing, otak melepaskan produksi kortisol, untuk menekan respons kekebalan. Jika tubuh memproduksi kortisol sepanjang waktu, seperti di bawah tekanan kronis, kekebalan terus-menerus ditekan, yang meningkatkan risiko sakit. Karena itu, menghindari stres bukan hanya soal kesehatan mental, tapi juga fisik.

Mau tau caranya? Simak 40 tips untuk menjaga kesehatan dan menyingkirkan stres!