Vaksin rabies: tahu kapan harus meminumnya

Vaksin rabies diindikasikan untuk pencegahan penyakit yang disebut rabies. Virus penyakit dapat ditularkan melalui gigitan anjing atau hewan lain yang terinfeksi. Baik orang dewasa maupun anak-anak bisa mendapatkannya.

Perhatian:

Untuk mendapatkan diagnosis gejala yang benar dan membuat perawatan yang efektif dan aman, dapatkan panduan dari dokter atau apoteker.

Apa itu rabies?

Rabies adalah penyakit yang ditularkan oleh hewan yang dapat menimbulkan peradangan di otak pada manusia dan biasanya berujung pada kematian.

Penyakit ini sangat berbahaya sehingga, seringkali, sistem kesehatan biasanya mengatur kampanye vaksinasi sehingga setiap orang diinstruksikan untuk berkonsultasi satu sama lain jika ada kasus terpapar virus.

Baca juga: Ketahui perawatan yang harus Anda lakukan dengan hewan peliharaan Anda

Menurut Kementerian Kesehatan, penyakit itu ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, melalui:

  • Gigitan
  • Goresan
  • Menjilat

Untuk apa vaksin rabies?

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, vaksin berfungsi sebagai bentuk pencegahan terhadap rabies pada manusia, dan dapat diberikan sebelum atau sesudah terpapar virus.

Gambar: cottonbro / Pexels

Seperti kebanyakan vaksin, rabies tidak berbeda: rabies bekerja dengan merangsang tubuh untuk menghasilkan perlindungan terhadap penyakit. Untuk profesional yang bekerja dalam situasi berisiko, seperti:

  • Dokter hewan;
  • Profesional yang bekerja di laboratorium virologi;
  • Mahasiswa kedokteran hewan;
  • Ahli biologi
  • Orang yang bekerja dengan hewan jalanan;

Antara lain dianjurkan untuk menerapkan vaksin secara preventif. Untuk kasus lain, vaksin harus diberikan setelah terpapar virus, saat bersentuhan dengan air liur hewan, seperti anjing dan kucing, tanpa pemilik.

Kapan perlu mengambil vaksin rabies?

Profesional yang setiap hari terpapar virus, atau orang yang akan bepergian ke daerah di mana penyakit tidak terkontrol, vaksinasi pra-pajanan diindikasikan.

Sebaliknya, vaksin pasca pajanan harus diberikan di pusat kesehatan, di bawah bimbingan medis, sesegera mungkin setelah kontak dengan hewan yang dapat menularkan virus.

Gambar: CDC / Pexels

Selain itu, luka juga dianjurkan dibersihkan dengan air mengalir, dengan bantuan sabun atau deterjen. Menurut Kementerian Kesehatan, "perilaku ini telah terbukti menurunkan risiko infeksi".

Dosis vaksin harus ditentukan oleh dokter, sesuai dengan riwayat pasien.