7 tips berharga untuk membuka toko barang bekas Anda sendiri secara online

Toko barang bekas online telah sukses - dan ini cara yang bagus untuk mendapatkan uang ekstra. Pernahkah Anda berhenti untuk memikirkan berapa banyak barang lama yang dapat digunakan kembali? Bahkan jika Anda tidak dapat menemukan kegunaan dari celana atau celana pendek itu, pasti orang lain akan melakukannya. Pasar belanja online telah tumbuh secara signifikan dengan munculnya pandemi virus korona, dan semakin memungkinkan untuk membuka bisnis sendiri tanpa harus melakukan banyak pekerjaan. Anda memilih cara pengoperasian yang Anda inginkan: saat ini terdapat banyak cara berbeda untuk menjual produk yang digunakan melalui internet, yang membuat segalanya lebih mudah. Namun, untuk ini, perlu memperhatikan beberapa detail. Simak beberapa tips untuk sukses dalam bisnis bekas:

1. Pikirkan tentang strategi Anda

The e-commerce (e-commerce) adalah biasanya solusi terbaik bagi mereka yang ingin memulai, karena menghilangkan biaya toko fisik. Namun, siapa pun yang memasarkan produk perlu dilihat - dan karenanya membutuhkan strategi pemasaran dasar. Untungnya, ini bukanlah misteri. Pikirkan tentang produk yang ingin Anda sertakan di toko online Anda: pakaian, perhiasan, gambar, majalah ... Kemudian buat identifikasi. Pikirkan nama yang mencerminkan semangat toko barang bekas online yang ingin Anda buat. Dengan cara ini, calon pelanggan Anda akan dapat mengingat toko Anda dan kembali untuk membeli lebih banyak.

2. Berinvestasilah pada gambar

Siapa pun yang ingin sukses dengan toko barang bekas online perlu berinvestasi dalam gambar produk mereka. Seperti di toko fisik, produk perlu diidentifikasi dengan baik, jadi foto yang bagus membuat semua perbedaan. Carilah sudut yang berbeda, dan investasikan pada kualitas kamera; hasilnya akan menjadi penjualan yang luar biasa!

3. Buat akun di jejaring sosial

Mengambil momentum dari tip sebelumnya, jejaring sosial adalah ruang yang bagus untuk mengekspos foto produk Anda. Ada media foto khusus, seperti Instagram, yang bisa berarti peluang besar bagi bisnis Anda untuk dilihat. Banyak pengusaha membuat situs web khusus dengan opsi lanjutan, seperti toko online. Namun, jika Anda hanya ingin menjual beberapa item yang tidak akan digunakan lagi, mungkin kotak masuk halaman Facebook sudah cukup. Tapi jangan mengesampingkan pilihan lain!

4. Cari aplikasi dan bertukar situs

Bagi yang hanya ingin menjual barang atau pakaian bekas, model toko barang bekas online diterapkan di marketplace seperti Minestore. Beberapa website juga memiliki aplikasi smartphone untuk mempermudah transaksi jual beli mobil bekas. Di sana, dimungkinkan untuk membuat akun dan, dengan cara yang sangat sederhana, berhubungan dengan calon pembeli, selain memiliki ruang virtual yang bagus untuk memamerkan produk Anda.

5. Menjaga produk toko online Anda tetap utuh

Agar penjualan online Anda berhasil, produk harus terlihat persis seperti gambarnya, bukan? Kemudian pesan tempat di rumah Anda untuk menyimpan setiap bagian. Untuk pakaian, pilih untuk menyimpannya di dalam kantong plastik dan di tempat yang kering dan lapang, untuk menghindari jamur atau ngengat. Jangan pernah mencoba menjual bagian yang rusak atau bernoda. Baca lebih lanjut: 9 tip tentang cara mencuci, menyetrika dan menyimpan pakaian halus

6. Perjelas tentang metode pengiriman

Ketika seseorang memutuskan untuk membeli salah satu produk Anda, langkah selanjutnya adalah pengiriman. Jika Anda tidak berniat untuk melanjutkan bisnis dan hanya ingin menjual suku cadang yang tidak akan Anda gunakan lagi, Anda mungkin akan menggunakan Kantor Pos untuk mengirim suku cadang alih-alih menyewa jasa kurir. Oleh karena itu, perhatikan selalu detailnya: pastikan alamat penerima sudah benar dan selalu minta kode pelacakan secara online. Juga beri tahu pelanggan tentang tanggal dan waktu pengiriman. Sebagai lembaga publik, Kantor Pos mungkin juga menghadapi periode pemogokan. Perhatikan pergerakan ini agar penjualan Anda tidak terancam, dan selalu ingat rencana B. Yang terpenting adalah selalu berhubungan dengan pelanggan Anda dan sejelas mungkin.

7. Penyalahgunaan kreativitas dalam deskripsi

Jangan membatasi diri Anda sendiri saat mendeskripsikan produk Anda! Bersikap tidak sopan, lucu, dan menarik. Pahami bahwa toko barang bekas memiliki informalitas tertentu dalam penjualannya, dan tidak perlu membuktikan bahwa produknya unik. Salahkan ini: lebih dekat dengan pelanggan Anda dengan mendeskripsikan celana jeans sebagai "barang yang telah Anda buat dan terus membuat perbedaan dalam sebuah kencan", misalnya.

WILLIAM BASTOS || SELEKSI