Cara mencegah DBD dalam 6 langkah sederhana

Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air. Gejala DBD antara lain demam tinggi, nafsu makan kurang, sakit kepala, bintik merah pada tubuh, nyeri otot dan nyeri saat menggerakkan mata. Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini tidak agresif, tetapi dapat berkembang menjadi demam berdarah hemoragik dan oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah demam berdarah.


Perhatian:

Untuk mendapatkan diagnosis yang benar dari gejala Anda dan membuat pengobatan yang efektif dan aman, dapatkan panduan dari dokter.


Pada bulan-bulan saat hujan lebih sering, penularan demam berdarah terbesar terjadi dan, oleh karena itu, sangat penting untuk lebih berhati-hati untuk menghindari membiarkan air tetap diam. Selain itu, kita bisa mencegah penyakit dengan cara lain. Lihat cara mencegah demam berdarah dalam 6 langkah sederhana untuk diikuti!

Baca juga : Ilmuwan mendapat penghargaan untuk tes yang membedakan zika, demam berdarah dan chikungunya

1. Taruh pasir di piring-piring kecil pot tanaman

Untuk mencegah air diam dan menarik nyamuk, tambahkan pasir. Dengan demikian, kelembapan terjaga dan Aedes aegypti , yang juga menyebarkan zika dan chikungunya, akan jauh dari rumah Anda.

2. Hindari genangan air di mana-mana di dalam rumah

Berhentilah sejenak dan pikirkan di mana air dapat menumpuk di rumah Anda. Beberapa tempat umum di mana air bisa diam adalah:

Botol : harus dibuang di tempat tertutup secara terbalik di tempat pembuangan sampah.

Kaca pecah di dinding : taruh semen di atas pecahan kaca. Jika memungkinkan, hancurkan.

Ember air : jika tidak digunakan, mereka harus tetap tertutup dan dengan mulut menghadap ke bawah.

Pengumpul air pendingin dan pendingin ruangan : cuci pengumpul air di belakang lemari es dan nampan pendingin udara minimal seminggu sekali.

Kaleng kucing dan anjing : harus sering dicuci dan airnya diganti

Tempat sampah : harus dibersihkan setiap minggu dan selalu tertutup, dari tempat-tempat yang bisa terkena hujan.

Saluran pembuangan: selalu tutup saluran atau ditutup dengan sekat, terutama yang tidak digunakan.

Beberapa jenis tumbuhan : beberapa tumbuhan, seperti bromeliad, mengumpulkan air. Hindari memilikinya di rumah atau sering buang air dari daunnya

3. Buang sampah dengan benar

Jangan membuang sampah ke sungai, parit, dan tepian sungai, karena hal ini dapat menghalangi mereka dan berkontribusi pada akumulasi genangan air. Selalu simpan tempat sampah tertutup rapat di dalam ruangan.

Baca juga: Pelajari bagaimana melakukan bagian Anda dalam pengumpulan sampah

4. Bersihkan talang

Talang harus diperiksa setiap bulan, karena bila ada aliran air yang terhalang, terhenti, yang bisa membuat fokus perkembangan nyamuk yang bisa menimbulkan DBD, zika dan chikungunya.

5. Bersihkan kolam secara berkala

Jika rumah Anda memiliki kolam renang dan bathtub, ingatlah selalu untuk melakukan perawatan secara berkala. Saat tidak digunakan, kolam harus tertutup dengan baik.

6. Gunakan pengusir nyamuk

Di tempat yang banyak nyamuk, jangan lupa gunakan repellent. Jangan lupa untuk mengajukan permohonan kembali di siang hari. Jika digunakan untuk anak-anak, carilah produk khusus untuk jenis kulit ini.

Baca juga: Temukan cara menjauhkan lalat dan nyamuk dari rumah Anda